Kamis, 08 Maret 2018

Penyebaran Hindu di Kawasan Asia

Penyebaran Hindu di Kawasan Asia 

Selamat datang di blog ini. Semoga paparan yang diberikan bisa memberikan manfaat ya... 
 
Sejarah perkembangan hindu di Asia

Apersepsi
Agama Hindu merupakan salah satu Agama tertua, yang diyakini telah turun di India dan diturunkan pada tahun 6000 SM (Sebelum Masehi). Untuk mengetahui lebih lengkapnya, bacalah bacaan yang ada di bawah ini. 
 
Sejarah Agama Hindu di Asia
Agama Hindu diketahui mulai muncul di Punjab (daerah hulu Sungai Sindhu yang bercabang lima). Menurut pendapat Tilak, wahyu Tuhan  pertama telah diturunkan pada tahun 6000 SM. Perkembangan Agama Hindu di India dibagi ke dalam tiga fase, sebagai berikut :
a)      Zaman Weda
Dimulai dari datangnya Bangsa Arya tahun 2500 SM. Bangsa Arya tergolong ras Indo-Eropa yang terkenal sebagai pengembara, cerdas, tangguh, dan terampil. Bangsa arya berkulit putih, postur tubuh tinggi, bentuk hidung mancung, rambut pirang, bola mata biru. Bangsa arya bermata pencaharian sebagai penggembala, hidup berpindah-pindah atau nomaden, tidak terbiasa dengan kehidupan kota, menyukai perang dan ekspensi dan hidup dari rampasan.
Kehidupan beragama pada zaman Weda didasarkan pada ajaran-ajaran yang tercantum dalam Weda Samhita. Weda menjiwai ajaran Agama Hindu pada masa itu. Weda adalah wahyu atau sabda suci Tuhan Yang Maha Esa atau Hyang Widhi Wasa, yang diyakini Anandi Ananta yakni tidak berawal dan tidak diketahui kapan diturunkan dan berlaku sepanjang masa. Pada zaman Weda dikenal Sapta Rsi (tujuh orng Rsi yang menyebarkan Agama Hindu). Ketujuh Sapta Rsi tersebut adalah : Maha Rsi Grtsamada, Maha Rsi Wiswamitra, Maha Rsi Atri, Maha Rsi Bharadwaja, Maha Rsi Wasistha, Maha Rsi Kanwa, Maha Rsi Warmadewa. Berikut merupakan penjelasan dari Catur Weda :
“Reg Weda, tersusun atas 10.552 mantra. Diucapkan untuk mengundang atau mendekatkan Tuhan Yang Maha Esa dan manfestasi-Nya yang dipuja agar hadir dalam upacara. Pemimpin upacara pengucapan mantram Reg Weda disebut Hotr. Sama Weda, jumlah mantramnya terdiri dari 1.875, berisi penyampaian nyanyian yang diberikan lagu. Pemimpin upacaranya disebut Udagar. Yajur Weda, tersusun atas 1.975 mantra, berbentuk prosa yang berupa doa dan lafal pengucapannya. Pemimpin upacaranya bernama Adwaryu. Atharwa Weda, tersusun atas 5.987 mantra yang berbentuk prosa yang isinya mantra-mantra yang kebanyakan bersifat magis.
b)      Zaman Brahmana
Pada zaman ini ditandai dengan munculnya kitab Brahmana sebagai bagian dari Weda Sruti. Diususun dalam bentuk prosa yang ditulis oleh Bangsa Arya yang bermukim di timur India Utara yaitu Sungai Gangga. Pada masa ini juga ditandai dengan memusatkan keaktifan pada batin atau rohani dalam upacara korban. Pada masa ini Brahmana mendapatkan perlindungan yang baik, karena dapat memberi pengaruh yang amat besar. Hal ini dapat dilihat pada masa pemerintahan Dinasti Chandragupta Maurya (322 – 298 SM) di Kerajaan Magadha berkat bantuan Brahmana Canakya (Kautilya).
c)      Zaman Upanisad
Kehidupan Agama Hindu pada Zaman Upanisad ini bersumber dari ajaran-ajaran kitab Upanisad yang tergolong Weda Sruti yang telah dijelaskan secara filosofi oleh para arif bijaksana dan para Rsi. Tempat berguru dilaksanakan dalam sistem Pasraman, yaitu secara terbatas di dalam hutan.
Dari India pula Agama Hindu menyebar ke daerah Cina. Agama Hindu berkembang di Cina mulai dari Dinasti Han (206 SM – 211 M) yang memberikan izin kepada para Brahmana untuk datang ke Cina mengajarkan Agama Hindu.
Di Kamboja (Kampuchea) Agama Hindu masuk dari lembah Sungai Mekong di daerah Funan. Di Funan ini kemudian dibangun sebuah kerajaan oleh seorang Brahmana, bernama Kaundiya. Kerajaan ini berpusat di Wyardhapura. Agama Hindu menyebar ke wilayah Hue, di Annam dengan berdirinya Kerajaan Champa yang beribu kota di Quangnam.
Di Filipina bukti perkembangan Agama Hindu yaitu dengan ditemukannya Prasasti Tembaga Laguna yang ditulis dengan Bahasa Sansekerta. Prasasti tersebut bertuliskan tahun 822 Saka (900 M). Dalam prasasti ini juga banyak ditemukan Bahasa Sansekerta, Jawa Kuno, Malaya Kuno, dan Tagalog Kuno.
Untuk mengetahui kelanjutan dari Persebaran Hindu di Indonesia dapat dilihat di situs blog saya yang lain, yaitu : http://penyebaranhinduindonesia.blogspot.co.id/ 


MAAF BILA ADA KESALAHAN PENULISAN ATAU KATA-KATA YANG KURANG BERKENAN. SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI BAHAN REFERENSI YANG BAIK. SEKIAN DARI SAYA. SAYA UCAPKAN TERIMAKASIH.